Kegiatan Sosialisasi Kota Layak Pemuda 2019 di Semarang

Senin, 30 September 2019 08:46 WIB   0 Komentar   42 view
Image

Bersama Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga Bpk DR. M. Asrorun Ni'am Sholeh

Kunjungan ke Kantor Walikota Semarang (Kota Semarang pemenang Kota Layak Pemuda 2018) Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Deputi Pengembangan Pemuda menggelar acara sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2019 pada tanggal 22 s.d 24 Juli 2019 di MG Suites Hotel Setos, Semarang.

Perwakilan dari Kalbar yang ditugaskan mengikuti sosialisasi dimaksud dari Biro Kesra yaitu Drs. H. Tajudinnur, AR (Kabag Dikbudpora & PP) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata untuk memenuhi Surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Nomor: 7.15.4/D.II/VII/2019 tanggal 15 Juli 2019 perihal Undangan Sosialisasi KLP 2019.

Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2019 dibuka oleh Deputi Pengembangan Pemuda (Dr. Asrorun Niam Sholeh, MA). Dalam sambutannya, Dr. Asrorun Niam Sholeh, MA menyampaikan bahwa aspek pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan pada pemuda menjadi ancaman serius jika negara tidak hadir untuk mengawalnya, apalagi sebentar lagi indonesia akan menerima bonus demografi. Sebagai pemerintah sudah sepatutnya kita melindungi generasi muda dari ancaman Teroriseme, radikalisme, zat adiktif yang dapat merusak generasi Muda, sekalipun kebijakan tersebut tidak populis. Ada lima indikasi kabupaten/ kota tersebut bisa dikatakan layak pemuda, indikasi tersebut meliputi: Regulasi yang menangani Kepemudaan, Alokasi Anggaran untuk menunjang program kepemudaan, Partisipasi anak muda dalam aparatur sipil didaerahnya, penyediaan sarana dan prasarana bagi pemuda, dan yang terakhir pendekatan partisipasi pemuda serta indeks pemudanya.

Kegiatan Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2019 sudah berjalan tiga tahun. Kemenpora juga kerjasama dengan Kemendagri agar kabupaten/kota mengambil peran untuk hadir dan ikut serta dalam kegiatan ini. Penghargaan kabupaten kota kabupaten layak pemuda ini sangat penting. Tidak hanya karena gengsi semata, melainkan sebagai tanggung jawab serta upaya mewujudkan pemerintahan yang lebih baik