Rapat Koordinasi Kebudayaan Provinsi Kalbar Tahun 2019

Senin, 30 September 2019 12:01 WIB   0 Komentar   52 view
Image

Untuk mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan apresiasi kepada Tokoh Kebudayaan yang ada di daerah dan dalam upaya mensinergiskan kebijakan pemberian apresiasi kepada Tokoh Kebudayaan tersebut serta untuk mencarikan solusi berbagai permasalahan dibidang kebudayaan di daerah, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Biro Kesra Setda Provinsi Kalbar telah melaksanakan Rakor Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019.

 

Rakor Kebudayaan Provinsi Kalbar Tahun 2019 yang mengangkat tema “Peran Tokoh Kebudayaan dalam Pemajuan Kebudayaan di Kalimantan Barat” dibuka secara resmi oleh Karo Kesejahteraan Rakyat mewakili Gubernur Kalbar pada tanggal 10 September 2019 bertempat di Hotel Kini, Jl. Nusa Indah III, Pontianak. Narasumber pada rakor dimaksud yaitu Alberth Reza (Kemendikbud RI), Suhardi (Dinas Dikbud Provinsi Kalbar) dan H.A.Halim AR (Pakar Budaya). Peserta Rakor terdiri dari Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab/Kota se Kalbar, Majelis Adat Budaya Melayu, Majelis Adat Budaya Tionghoa, Dewan Adat Dayak Provinsi, Dewan Kesenian Provinsi, Perguruan Tinggi, serta Organisasi Sosial Kemasyarakatan di bidang kebudayaan.

 

Pada sambutannya, Gubernur yang diwakili Kepala Biro Kesra mengapresiasi kegiatan Rakor Kebudayaan, karena merupakan pertemuan yang sangat penting dan strategis dalam upaya memantapkan keterpaduan, sinergitas dan komitmen bersama antar seluruh stakeholders yang telah terjalin dengan baik selama ini. Komitmen seluruh stakeholders sangat diharapkan untuk terus berkiprah, berpikir positif, mendorong tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya daerah melalui pengembangan atraksi budaya, melindungi dan melestarikan karya seni dan budaya daerah baik dari kepunahan maupun pembajakan, dan ikut berpartisipasi dalam berbagai event seni budaya baik di dalam maupun di luar daerah.

 

Tokoh Kebudayaan Kalbar diharapkan dapat menggali dan menumbuh kembangkan budaya secara optimal serta menjaga kelestarian seni dan budaya serta kearifan lokal daerah. Selain itu, Tokoh Kebudayaan juga dapat terus berkreasi dan menghasilkan karya-karya yang unggul sehingga bisa memberikan dampak ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.