Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Rabies 2019

Selasa, 1 Oktober 2019 11:21 WIB   0 Komentar   36 view
Image

Provinsi Kalimantan Barat sejak terjangkitnya kembali Penyakit Rabies pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018, belum dapat menurunkan kasus bahkan cenderung terus meningkat, dimana pada tahun 2014 terjadi kasus gigitan hewan pembawa Rabies sebanyak 116 orang dengan kasus kematian sebanyak 14 orang. Pada tahun 2018 kasus Rabies belum dapat dikendalikan dengan jumlah gigitan hewan pembawa Rabies sebanyak 3.773 dengan kasus kematian sebanyak 25 orang.

Kabupaten Sanggau merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia bagian Sarawak. Dari awal munculnya kembali Rabies, Kabupaten Sanggau termasuk Kabupaten tertular dengan kasus positif pada hewan dan kasus kematian pada manusia yang cukup tinggi dibandingkan dengan Kabupaten lain di Kalimantan Barat.

Hasil Pertemuan Pembahasan Kerjasama Pencegahan Dan Pemberantasan Rabies Di Tebedu Distric Office, Sarawak Pada Tanggal 25 Juli 2017 telah menghasilkan Kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dari hasil kesepakatan tersebut, selanjutnya dimasukkan kedalam KertasKerja 1 Kluster Kerjasama Sosial dan Budaya JKK/KK Sosek Malindo Peringkat Negeri Sarawak – Tingkat Provinsi Kalbar, dimana Biro Kesra sebagai Ketua Tim Teknis Sosial Budaya. Oleh karena itu sebelum rapat koordinasi pengendalian rabies dengan pihak Sarawak, maka diadakan Rapat Teknis Pengendalian Rabies dengan Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat oleh Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tanggal 19 sampai tanggal 20 Februari 2019, dan sebagai tindak lanjutnya pada tanggal 21 Maret 2019 dilaksanakan rapat koordinasi evaluasi dan membahas tindak lanjut kebijakan pengendalian rabies antara Sarawak dengan Kalimantan Barat yang diadakan oleh Biro Kesra.